my twitter

Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 September 2012

Opportunity Cost VS Opportunity Risk


Opportunity cost atau yang disebut juga sebagai biaya peluang merupakan sebuah istilah yang dilabelkan pada sebuah keadaan dimana kita harus mengorbankan biaya tertentu untuk mencapai suatu target tertentu. Konsep opportunity cost inilah yang kemudian melahirkan prinsip menyesatkan dalam pandangan orang-orang, yaitu mengeluarkan biaya serendah-rendahnya untuk mendapatkan profit setinggi-tingginya. Sebagai pembuka, let’s check this true story.

Seorang bapak yang sangat suka makan buah, pergi ke pasar buah dengan menggunakan mobil. Disana ia ditawari buah-buahan dengan harga tinggi. Mungkin karena ia datang menggunakan mobil maka para pedagang menawarkan harga yang tinggi padanya, demikian yang ada dalam pikirannya. Akhirnya beberapa hari kemudian si bapak pergi lagi ke pasar buah tersebut. Kali ini ia memarkir mobilnya agak jauh dari pasar buah, kemudian memutuskan berjalan kaki menuju pasar buah. Ia mendapatkan pepaya berukuran jumbo dengan harga Rp 4500,- yang pernah ia beli dengan harga Rp 6000,- ketika datang menggunakan mobil. Lumayan menghemat Rp 1500,-, dan akan sangat menghemat pengeluaran jika membeli dalam jumlah banyak. Namun saat itu ia hanya membeli satu. Si bapak begitu senang mendapatkan buah dengan harga murah. Akhirnya ia segera kembali ke tempatnya memarkir mobil. Alangkah terkejutnya ia ketika mengetahui mobilnya raib entah kemana.

Memaknai Kehadiran Kita di Dunia



Ketika hari-hari berjalan secara rutin tanpa gejolak, ketika kita mendapatkan ‘kemajuan’, mungkin dalam peningkatan jabatan, kenaikan pangkat, tumpukan kekayaan, dan ‘keberhasilan-keberhasilan’ lain, pernahkah kita berpikir mengenai hakekat hidup ini? Merenung mengenai apa sesungguhnya tujuan kita lahir ke dunia? Benarkah kita lahir untuk sebuah kekuasaan, sebuah kekayaan, atau kelimpahan duniawi lainnya?
Kadang-kadang, tatkala kita sedang sibuk berjuang mengejar sesuatu yang bersifat duniawi, mungkin kita lupa mengejar yang spiritual. Maksudnya, kita lupa mempertimbangkan, apa sesungguhnya nilai segala sesuatu yang sedang kita kejar ini. Apakah yang kita kejar itu selaras dengan keimanan kita kepada Tuhan? Atau, apakah yang kita kejar itu tidak melanggar kaidah/ajaran ketuhanan? Sebagian dari kita mungkin lupa aspek moral dan etik karena silau oleh gemerlap duniawi.
Kalau direnungkan lebih jauh, apakah sebenarnya makna semua yang kita sebut dengan ‘keberhasilan’ itu?

Berhentilah Sejenak!

 
 
Mari bersama-sama kita memperhatikan dengan saksama bagaimana kita telah menjalani kehidupan keseharian selama ini. Kita teliti seperti apa kita mengisi hari-hari yang telah lewat. Adakah kita selalu bergegas, tergesa-gesa, dan cemas karena selalu merasa dikejar-kejar waktu? Adakah kita terlalu ngoyo dengan apapun yang ingin kita raih? Adakah kumpulan ‘keberhasilan’ itu benar-benar memiliki makna bagi kita? Tidakkah sebaliknya, kita telah menumpuk sesuatu yang sejatinya sia-sia belaka?
Seorang teman selalu sibuk setiap harinya, siang dan malam. Pagi ia harus mengantarkan anak, kemudian ke kantor. Di kantor ia memiliki tanggung jawab besar. Tanpa kehadirannya, pekerjaan di kantor bakal terganggu. Datang dari kantor, ia mesti cepat-cepat berganti pakaian untuk mengajar. Malam hari, ia menyelesaiakan pekerjaan kantor di rumah. Hampir setiap hari ia berangkat tidur pada tengah malam. Istri dan anak semata wayangnya pun sudah seringkali protes.

Saat Rasa Bosan Menyergap



Rasa bosan itu sangat manusiawi. Tak hanya dalam kaitannya kegiatan tertentu, dalam semua kegiaatan-kegiatan lainnya pun acapkali kita disergap rasa bosan. Jadi, jangan terlalu dikhawatirkan kalau rasa bosan itu mendera Anda pada suatu ketika. Karena pekerjaan yang tengah Anda tangani itu mungkin merupakan pekerjaan yang juga melelahkan dan membutuhkan konsentrasi yang intens, sekali waktu rasa bosan bisa saja menyerang Anda.
Yang terpenting adalah bagaimana mengatasi rasa bosan itu? Berikut beberapa tips yang barangkali berguna bagi Anda mengusir rasa bosan tersebut.
Pertama, hentikan pekerjaan Anda untuk sementara waktu. Beristirahatlah. Mungkin Anda memilih merebahkan diri sejenak di sofa atau di tempat tidur atau ngobrol dengan anggota keluarga/teman. Dengan beristirahat yang cukup, biasanya semangat Anda dapat pulih dan siap bekerja kembali.
Kedua, Anda dapat menyegarkan diri dengan ‘mencuci mata’ melihat pemandangan di sekitar. Mungkin ke kebun, ke pantai, atau cukup di pekarangan rumah. Boleh juga kalau Anda mengambil gunting pemotong dahan untuk melakukan pekerjaan tangan dengan menggunting beberapa dahan pohon yang sudah tua dan menyapu halaman hingga bersih. Membenahi halaman bagi banyak orang memberikan penghiburan.
Ketiga, menyanyilah. Kalau di rumah Anda memiliki CD lagu-lagu yang Anda sukai, mengapa tidak memutar dan menyanyi karaoke? Ayo, bergembiralah. Menyanyi dapat membuang stress dan memperbaharui semangat. Asalkan Anda melakukannya sesantai mungkin.

Senin, 03 September 2012

Ucapan Selamat Pagi

Mengucapkan Selamat Pagi adalah hal yang sangat baik untuk dilakukan. Anda dapat mengirimkan sebuah SMS Kata Mutiara untuk sahabat atau kekasih Anda. Ucapan Selamat Pagi berikut ini berasal dari orang-orang besar seperti, pemimpin, tokoh, dan selebriti.

Ucapan Selamat Pagi | Kata Motivasi Pagi Hari
Memberikan Ucapan Selamat Pagi sebenarnya tidak kalah penting dengan Ucapan Selamat Malam. Karena pagi hari adalah waktu yang sangat baik untuk memulai sebuah aktivitas. Nah, dengan mengirimkan sms berupa kalimat penyemangat berikut ini, maka sahabat, kerabat, dan kekasih Anda akan bersemangat bekerja dan memulai pagi hari.

Berikut ini adalah Ucapan Selamat Pagi selengkapnya yang bisa memberikan inspirasi dan semangat untuk Anda:

"Untaian cinta kasih yang tak dilandasi rasa tulus persahabatan bagaikan membangun sebuah rumah di atas pasir."
Ella Wheeler Wilcox, Pujangga-Penulis AS