Mari bersama-sama kita memperhatikan
dengan saksama bagaimana kita telah menjalani kehidupan keseharian
selama ini. Kita teliti seperti apa kita mengisi hari-hari yang telah
lewat. Adakah kita selalu bergegas, tergesa-gesa, dan cemas karena
selalu merasa dikejar-kejar waktu? Adakah kita terlalu ngoyo dengan
apapun yang ingin kita raih? Adakah kumpulan ‘keberhasilan’ itu
benar-benar memiliki makna bagi kita? Tidakkah sebaliknya, kita telah
menumpuk sesuatu yang sejatinya sia-sia belaka?
Seorang
teman selalu sibuk setiap harinya, siang dan malam. Pagi ia harus
mengantarkan anak, kemudian ke kantor. Di kantor ia memiliki tanggung
jawab besar. Tanpa kehadirannya, pekerjaan di kantor bakal terganggu.
Datang dari kantor, ia mesti cepat-cepat berganti pakaian untuk
mengajar. Malam hari, ia menyelesaiakan
pekerjaan kantor di rumah. Hampir setiap hari ia berangkat tidur pada
tengah malam. Istri dan anak semata wayangnya pun sudah seringkali
protes.




